VISIONARE

Blog

6 Pre-War Designers You Need to Know

By Perkasa Kusumah Putra
(Article is in Indonesian)

Nama-nama seperti Christian Dior, Hubert Givenchy, Cristóbal Balenciaga, Coco Chanel dan Jeanne Lanvin mungkin sudah tak asing lagi di telinga. Para perancang mode legendaris tersebut adalah penemu rumah mode-rumah mode tersohor yang sampai sekarang masih terdengar gaungnya. Namun apakah Anda tahu masih banyak lagi desainer-desainer yang kiprahnya tak bisa dipandang sebelah mata? Sayangnya, para perancang busana tersebut tak bisa melawan perubahan jaman, sehingga rumah mode tersohornya pun harus gulung tikar; membuat namanya hilang di telinga para pecinta fashion modern, tertutupi oleh nama-nama desainer besar masa kini. 

But that doesn’t mean they didn’t contribute anything to the wonderful world of fashion. Kontribusi mereka selama beberapa dekade tersebut pun turut membantu terbentuknya modern fashion, as we know it. Lantas, siapa saja desainer-desainer yang pantas Anda kenal namanya dan juga sejarahnya? Di artikel yang terbagi dua bagian ini, Saya akan memperkenalkan 6 desainer legendaris yang namanya seolah hilang ditelan sejarah; the unsung heroes of fashion.

1. Madame Grès

Seorang figur yang sangat enigmatik, Madame Grès adalah seorang desainer yang terkenal akan rancangan-rancangan yang mengingatkan kita terhadap gaun-gaun dewi Grecian. Long before Issey Miyake and his Pleats Please creations, Grès lah yang memopulerkan teknik pleating kedalam nyaris seluruh rancangannya. Bukan hanya itu saja, wewangian yang menggunakan namanya pun menjadi salah satu perfume legendaris yang masih ada hingga sekarang. Namun sayangnya, rumah mode legendarisnya pun bangkrut dan ia menghabisi sisa hidupnya dalam kemiskinan; di sebuah apartment kecil yang ia sewa dengan bantuan finansial dari teman-temannya Hubert Givenchy, Pierre Cardin dan Yves Saint Laurent.

2. Claire McCardell

Amerika mungkin bukan menjadi negara yang mengingatkan Anda terhadap pembentukan modern fashion seperti yang kita tahu, sebagian besar figur mode legendaris tentunya berasal dari Eropa. Namun apakah Anda tahu nama Claire McCardell? Seorang perancang busana yang sangat influensial di pertengahan abad ke 20? Ia kerap kali disebut sebagai seorang desainer yang menciptakan tren American Sportswear dan ia juga lah yang mempopulerkan konsep pakaian ready-to-wear. Rancangan-rancangan simple dan juga penggunaan bahan yang minim (terlebih lagi di saat perang dunia ke-2) khasnya membantu membentuk gaya berpakaian kasual khas American Sportswear yang kita kenal sekarang.

3. Madeleine Vionnet

Seringkali disebut sebagai desainer wanita yang paling berpengaruh di abad 20, Madame Vionnet mempopulerkan teknik bias cut dan juga siluet gaun Grecian yang pengaruhnya masih dapat kita temukan didalam rancangan-rancangan pakaian modern. Disaat perang dunia pertama di tahun 1914, ia pun harus menutup rumah mode nya. Namun setelah perang usai, ia pun kembali membuka gerai couture nya yang terletak di Avenue Montaigne, Paris, yang kerap kali disebut sebagai “the temple of fashion”. Bukan hanya itu saja, ia pun juga mampu melebarkan sayapnya dengan membuka gerai di Fifth Avenue, New York di tahun 1925. Namun akibat perang dunia kedua di tahun 1939, ia pun harus menutup rumah mode kenamaannya; followed by her retirement the following year.

4. André Courrèges

Anda mungkin lebih mengenal nama Courrèges dari rumah mode yang belum lama ini menampilkan debutnya di minggu mode Paris, rumah mode dengan garis desain ultra modern rancangan duo desainer Sèbastian Meyer dan Arnaud Vaillant. Namun apakah Anda kenal dengan sosok André Courrèges? Ia membangun rumah mode nya di tahun 1960, sekitar satu dekade setelah perang dunia kedua usai. Ia pun sangat terkenal dengan garis desain yang terinspirasi oleh gerakan modernism dan futurism yang sangat populer di era 60an. Ia pun seringkali menggunakan teknologi dan bahan-bahan terkini didalam rangkaian rancangannya. Ia mempopulerkan tren go-go boots and along with designer Mary Quant, invented the mini skirt.

5. Elsa Schiaparreli

Namanya pun mungkin lebih dikenal sebagai rival utama desainer Coco Chanel. Ia membuka rumah mode nya atas dasar saran dari couturier Paul Poiret ditahun 1926. Ia pun dikenal dengan garis desainnya yang kental dengan unsur-unsur surealisme. Hal tersebut pun semakin dipertegas dengan kehadiran Salvador Dalí dan Jean Cocteau, salah dua figur surealisme terpenting, yang mana sering ia ajak berkolaborasi sepanjang kariernya. Namun sayangnya, perang dunia kedua pun membuat ia harus meninggalkan Paris dan lari ke kota New York. Ketika ia kembali, ia menyadari bahwa tren mode telah berubah dengan hadirnya “New Look” khas Christian Dior. Karena tak bisa mengikuti perubahan jaman, ia pun harus menutup rumah modenya di tahun 1954; tahun dimana kembalinya Coco Chanel, her greatest rival, returned to business.

6. Paul Poiret

Nama Paul Poiret dan juga rumah modenya, “Poiret” mungkin tak banyak dikenal orang kebanyakan. Namun apakah Anda tahu bahwa ia adalah desainer paling berpengaruh sepanjang masa? Seorang master couturier, kiprah dan juga kontribusinya untuk fashion modern pun membuatnya kerap kali disebut sebagai “Picasso of the fashion world” (his influence to fashion is likened to Picasso’s influence to modern art). Kariernya pun dimulai ketika ia sering menjual rancangan-rancangannya untuk desainer-desainer lain. He sold dozens of sketches to the legendary Louise Chéruit when he was still a teenager! Ia pun membuka rumah modenya di tahun 1903. Namun ia harus meninggalkan usahanya ketika perang dunia pertama di mulai. Ketika ia kembali, his fashion house was on the verge of bankruptcy, newer designers has come up with simpler designs; which were more suitable for the era. Ia pun harus menutup rumah mode nya di tahun 1929, yang mana sisa bahan-bahannya dijual per kilogram sebagai kain keset. Ketika ia meninggal dunia di tahun 1944, namanya dan juga kejeniusannya pun telah dilupakan oleh banyak orang.