VISIONARE

Blog

Best of Menswear: Fall 2017

By Perkasa Kusumah Putra
(Article is in Indonesian)

Tak terasa minggu mode musim gugur pria telah usai lebih dari sebulan yang lalu. Banyak sekali koleksi yang mencuri perhatian saya musim ini, namun tak sedikit juga yang membuat saya bertanya-tanya. Bisa dibilang musim gugur tahun ini menjadi satu momen regenerasi untuk gaya berpakaian pria. Siluet-siluet dan juga garis desain yang sebelumnya lebih didominasi dengan gaya berstruktur yang cenderung neat, musim ini pun para desainer seolah berlomba-lomba untuk merancang koleksi-koleksi yang terkesan lebih relaxed dan playful. Unsur-unsur normcore dan juga sense of irony dalam berpakaian terasa semakin kuat kehadirannya dibanding musim lalu. We’re going through a weird time in menswear, but that doesn’t mean we have no strong contenders. Dalam dua artikel ini saya akan memilih dan membahas sejumlah koleksi dari tiga minggu mode utama dunia yang mana menjadi koleksi favorit saya. This has been a very interesting season and I can’t wait how people will style themselves this upcoming fall.

1. Dior Homme

Hands down, this is my favorite collection from this season. Dan bukan hanya itu saja, to me this has been Dior Homme’s best collection in recent time! Koleksi musim gugur rancangan Kris Van Assche ini seolah menjadi kontinuasi koleksi musim panas yang ia tampilkan beberapa bulan sebelumnya. Gaya berpakaian rave fan gabba di tahun 90an masih menjadi garis desain utama musim ini. Referensi tersebut pun semakin diperkuat dengan penggunaan print mosh pit yang diambil dari karya pelukis hiper-realis Dan Witz. Kemampuan Kris Van Assche dalam menciptakan pakaian siap pakai dengan unsur demi-couture pun semakin terlihat di koleksi ini. Lihat saja setelan jas pinstripe dengan detil handstitching dibagian depan yang menjadi look ke 14 koleksi ini, dan juga suit dengan print karya lukis tersebut yang digubah menggunakan sequins di look ke 43. This is demi-couture in menswear at its best. Insane.

 

2. Martine Rose

Jika Anda berpikiran bahwa koleksi musim gugur desainer Inggris ini memiliki kemiripan dengan koleksi musim gugur rumah mode Prancis Balenciaga yang dirancang oleh Demna Gvasalia (tentunya tanpa usur politik yang menjadi tema utama koleksi rancangannya), Anda tidak salah. Kemiripan tersebut pun terjadi karena Martine Rose adalah creative consultant sang desainer asal Georgia tersebut. Koleksi yang menurut saya menjadi salah satu pionir gaya berpakaian office casual-core (look it up, it’s going to be the next big thing), ini pun seolah menjadi sebuah nafas segar diantara koleksi-koleksi musim gugur lainnya. Penggunaan bahan dan juga perpaduan warna yang sering kita temukan di gaya berpakaian pekerja kantoran tahun 80an akhir ini pun terlihat sedikit cheesy dan ironis; but for whatever reason it works! 

 

3. Alexander McQueen

Lagi-lagi Sarah Burton membuat saya kagum dengan rancangan-rancangan pakaian pria nya. Tentu Anda tak bisa menyamakan kebolehannya dengan sang maestro Lee Alexander McQueen. Namun penerus rumah mode Inggris tersebut pun tetap mampu menjaga reputasi Alexander McQueen sebagai salah satu rumah mode tersohor yang paling dihormati. Garis desain koleksi musim gugur tahun ini pun mengingatkan saya terhadap gaya berpakaian para keluarga kerajaan Inggris dan tsar Rusia. Siluet-siluet yang menyiratkan aura elegansi tinggi ini pun tak luput dari kesan royal dan regal. Namun, bukan Sarah Burton namanya jika tak dapat mengambil inspirasi klasik dan menginterpretasikan ulang secara modern; creating a timeless collection, as if suspended in time. Cape panjang dengan embroidery burung Merak dibagian depan pun menjadi salah satu ultimate wishlist saya musim gugur nanti.

 

4. Craig Green

Ada alasan tersendiri mengapa Craig Green menjadi salah satu desainer favorit saya sepanjang masa. Padahal, karir nya pun bisa dibilang masih seumur jagung; he showed his first collection only three years ago, during AW-13 season. Namun, kemampuannya dalam menggubah pakaian yang luar biasa indah tiap musimnya pun semakin meyakinkan saya bahwa ia akan menjadi desainer yang namanya patut disejajarkan dengan sosok-sosok desainer legendaris lainnya. Memang mungkin rancangan-rancangannya terlihat sungguh abstrak di atas panggung catwalk; but take each of the pieces apart and you can see that it’s very easy to mix and match his creations with the clothes on your wardrobe. You will definitely see me in several of the ‘carpet’ pieces from his fall 2017 next season!

 

5. Lanvin

Bukan Lucas Ossendrijver namanya jika tak mampu mengeluarkan koleksi bergaris desain kontemporer dan sporty namun digubah secara ultra luxurious. Jika rumah mode lain seolah berlomba-lomba untuk mengeluarkan koleksi yang paling ‘wah’ dengan berkolaborasi, menggunakan prints, unsure seni ataupun unsur vintage, koleksi rumah mode Prancis Lanvin yang terlihat lebih ‘tenang’ dan simpel ini terasa seperti sebuah provokasi dan pemberontakan dari over branding yang dilakukan oleh rumah mode-rumah mode lain. Jika di musim-musim sebelumnya sang desainer banyak mengambil garis desain streetwear dan mengaplikasikannya kedalam konteks high fashion, musim ini monsieur Ossendrijver lebih memilih untuk merancang ulang active wear dan juga staple pieces pria yang tentunya digubah menggunakan material dan juga teknik tertinggi khas Lanvin; with a dash of that nonchalant, cool Parisian vibe of course.

 

6. Rick Owens

Rick Owens selalu menjadi seorang desainer yang selalu menarik perhatian saya dengan segala kegilaan dan ‘kesintingan’ nya dalam menciptakan pakaian dan juga mempertunjukan koleksinya. Walaupun rancangan-rancangannya bukan gaya berpakaian saya secara pribadi, saya pun selalu penasaran dengan apa yang akan ia tampilkan tiap musimnya. Begitu juga dengan musim ini, yang mana ia menampilkan rancangan-rancangan yang mengigatkan saya terhadap sleeping bag; a mutated sleeping bag that is. Namun koleksi kali ini pun seolah menjadi reminder bagi saya, bahwa ia benar-benar seorang desainer yang memiliki imajinasi tanpa batas. Unlike his previous presentations, did you notice that there are no ‘incidents’ or attention-grabbing extra factors during this season’s presentation? He staged a fashion show where the clothes speak for itself; just how it should be.