VISIONARE

Fashion Films

Munif

Pada awal mula pakaian diciptakan memiliki fungsi untuk menutupi atau melindungi tubuh dari gangguan yang dapat menyebabkan luka pada tubuh. Seiring dengan perkembangan mode, kreativitas dalam merancang busana berbagai elemen menjadi sebuah media yang memberikan inovasi terhadap mode pakaian, merespon alam dan budaya merupakan alternatif yang sering digunakan dan kemudian terciptalah pakaian yang sesuai dengan demografis dan psikografis konsumen.

Pakaian dengan mode yang hype dan brand yang memiliki ambassador dengan strategi promosi yang baik akan meningkatkan pembelian suatu produk. Masyarakat tidak segan untuk membeli dan memilikinya yang berdampak kepada sikap konsumtif tanpa mempertimbangkan karakter serta norma yang berlaku di lingkungan tempat tinggal. Hubungan dalam bermasyarakat akan timbul persaingan karena simbolisasi pakaian menjadi penentu strata sosial (munif) di dalam masyarakat. 

Fungsi pakaian yang telah berkembang dan membentuk identitas dari berbagai macam elemen masyarakat seperti karyawan, ulama, pendeta, pelajar, mahasiswa dan lain sebagainya yang mana sangat beragam menjadikan simbolisasi yang nyata, “apakah perbedaan tersebut akan menjadi sebuah pematik dalam berbagai opini yang keluar dari setiap individu hanya karena kain yang menutupi tubuh?”

Jangan sampai pakaian menjadi bumerang yang kemudian dapat memecah sikap toleransi sebagai manusia dan semoga semakin berkembang mode pakaian yang tidak akan mengurangi nilai dan budaya indonesia. Saling menyalahkan bukan sebuah pilihan yang baik, melainkan bagaimana kita menyikapi sebuah informasi secara bijak serta riset yang mendalam, semoga dari pakaian yang kita pakai akan terwujud sebuah kebaikan. 

Credit/Contributor

ALAN MAHIRMA LARS